Resiko Kematian dari Transfusi Darah yang Harusnya Bisa di Hindari

Resiko Kematian dari Transfusi Darah yang Harusnya Bisa di Hindari, Ada fakta menarik mengenai transfuse darah, belum lama ini para peneliti menemukan fakta bahwa pria yang menerima donor darah atau tranfusi darah dari wanita yang tengah hamil memiliki kemungkinan besar untuk meninggal dunia, hal ini berdasarkan penelitan terbaru yang sudah dianalisis selama kurang lebih 10 tahun. Para riset telah menganalisa tingkat kematian terhadap 31.118 QRMA Bandung orang pasien di Belanda, mereka menekuan kurang lebih 4.000 orang pasien atau sekitar 13 % meninggal setelah melakukan transfuse darah, salah satu penyebab umum terjadinya kematian yang setelah menerima darah tersebut adalah cidera pada paru yang sangat akut atau dalam dunia media biasa di sebut dengan TRALI, sebenarnya TRALI ini merupakan suatu efek samping yang cukup langkat saat transfursi darah telah usai dan kemudian orang yang di tranfusi darah tersebut merasakan gangguan pernapasan namun hal tersebut tentunya sangat dkhawatirakan bagi semua pihak, para peneliti menemukan bahwa terjadinya TRALI lebih besar terjadi pada pria yang menerima donor darah dari wanita yang pernah atau sedang hamil, bahkan angka kematian dalam hal transfuse darah akibat hal ini cukup besar, angka ini bisa di minimalisir jika orang yang membutuhkan donor menerima transfusi darah dari seorang pria atau seorang wanita yang tidak memiliki riwayat kemahilan sebelumnya, hal ini diturlis langsung oleh Dr Rutger Middleburg di Journal of American Medical Association.

Baca Juga  Manfaat Asam Lambung Untuk Kesehatan Tubuh

Di dalam jurnal tersebut QRMA Bandung Dr Rutger sendiri menjelaskan cukup detail tentang peningkatakan angka kematian pada pasien laki laki yang mendapatkan transfusi atau donor darah dari wanita yang sedang atau memiliki riwayat kehamilan, menurutnya darah yang di transfusikan atau di donorkan dari wanita tersebut akan merubah mekanisme imunologis alami pada darah wanita tersebut telah berusah selama kehamilan sehingga ketika di transfusikan ke seoarang pria akan terjadi sebuah kontraksi yang menyebabkan pada umumnya masalah paru paru yang berbahaya dan bahkan pada banyak kasus hal tersebut dapat menyebabkan kematian, jurnal ini mungkin perlu disebar luaskan ke seluruh dunia medis yang ada di dunia guna mengurangi resiko kematian pasca transfuse darah.