Neraca Perdagangan Positif Dorong Penguatan Rupiah

Nilai tukar rupiah pada dollar Amerika Serikat (AS) di penutupan pasar spot hari ini, Senin (15/5) kembali menguat sebesar 0, 2% jadi Rp 13. 303 per dollar AS dari penutupan minggu tempo hari di angka Rp 13. 330. Demikian halnya di kurs tengah Bank Indonesia (BI), perkasa 0, 15% mengantarkan mata uang Garuda ke level Rp 13. 319 per dollar AS.

Neraca Perdagangan Positif Dorong Penguatan Rupiah

Analis Pasar Uang PT Bank Panin menilainya, katalis paling utama penguatan rupiah tempo hari datang dari domestik. Bertepatan dengan pengumuman hasil statistik neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia menerangkan, meskipun perkembangan ekspor dan juga impornya belum sesuai sama ekspektasi, kenaikan neraca perdagangan termasuk cukuplah memuaskan. ” Kenaikannya melebihi tujuan yang dibanderol pemerintah sekitaran US$ 920 juta, ” tuturnya.

Berdasar pada catatan BPS, nilai neraca perdagangan Indonesia pada April 2017 alami surplus USD 1, 24 miliar. Selama April, nilai ekspor meraih US$ 13, 17 miliar. Sesaat, nilai impornya sebesar US$ 11, 93 miliar.

Baca Juga  Ikuti Cara Membuat Server Pulsa Paling Mudah Dan Cepat

Di segi lain, sentimen dari AS condong sepi mengingat belum ada data paling baru yang launching. ” Peluang yang paling dekat bakal ada launching data berkaitan perumahan AS yang diperkirakan bakal positif, hingga rupiah punya potensi koreksi, ” tuturnya kepada situs AnalisaToday.com.

Selanjutnya, ia memperkirakan nilai tukar rupiah besok (16/5), bakal sekitar pada Rp 13. 290 – Rp 13. 330 per dollar AS.