Menilik Candi Sewu, Candi Budha Terbesar Kedua di Indonesia

Candi Sewu merupakan Candi Budha terbesar kedua di Indonesia setelah Candi Borobudur. Dibangun oleh Rakai Panangkaran pada abad ke 8 yang kemudian di pugar dan diperbesar pada masa Rakai Pikatan yang mempersunting Pramodhawardhani dari dinasti Sailendra. Candi ini dianggap sebagai candi resmi kerajaan untuk umat Buddha yang berumur lebih tua dibandingkan dengan Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Terletak di dalam komplek Candi Prambanan, Candi Sewu hanya berjarak 800 meter dari Candi Prambanan. Hal ini melambangkan bahwa pada zaman kerajaan Mataram Kuno umat Hindu dan Buddha dapat hidup berdampingan secara damai dan juga harmonis tanpa intimidasi dari penguasa yang kala itu beragama Hindu. Kuda candi ini merupakan lambang toleransi umat bergama pada zaman Mataram Hindu.

Sama seperti Candi Borobudur candi Sewu merupakan Candi Buddha Kerajaan, sekaligus pusat kegiatan agama Buddha yang penting pada masa lalu. Para biksu datang ke candi ini untuk berziarah sekaligus belajar mengenai ajaran agama Buddha. Oleh karena itu, kawasan ini bersama-sama dengan Candi Prambanan dianggap sebagai pusat keagamaan sekaligus perekonomian dan juga politik serta kehidupan urban masyarakat Jawa pada abad ke 8 dan 9.

Baca Juga  Iklan mempunyai banyak manfaat untuk usaha anda

Komplek candi ini memiliki bentang ukuran lahan 185 meter utara-selatan dan 165 meter timur-barat. Pintu masuk kompleks terdapat di keempat penjuru mata angin, tetapi diperkirakan oleh para ahli pintu utama terletak di sisi timur candi jika dilihat dari susunan bangunan komplek candi. Setiap pintu masuk di jaga oleh sepasang arca Dwarapala yang berukuran 2,3 meter dengan kondisi yang masih baik.

Terdapat 249 bangunan candi di kompleks ini yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana.Sebagian besar candi pengawal atau candi perwaratelah rusak parah walau beberapa masih bisa di bangun ulang. Umtuk candi utama terdapat sebuah candi besar dengan bentuk menyerupai salib atau silang yang berdiameter 29 meter dan tinggi bangunan mencapai 30 meter. Tedapat lima ruang di candi tersebut walau awalnya hanya terdapat sebuah ruangan saja yang kemudian diperbesar sehingga menjadi lima buah ruangan di candi utama tersebut.

Untuk dapat mengunjungi candi sewu ini banyak cara yang bisa di tempuh. Untuk itu anda harus mengunjungi candi sewu dengan menggunakan jenis paket tour Jogja murah yang bisa anda pilih.