Kemewahan Payung Raksaksa di Madinah Al-Munawarrah

Kemewahan Payung Raksaksa di Madinah Al-Munawarrah

Masjid Nabawi – adalah masjid yang satu dari tiga masjid suci bagi umat muslim setelah Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa di Yerussalem, juga menjadi salah satu masjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi. Menurut sejarah masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. dan sekaligus menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya.

Kemewahan Payung Raksaksa di Madinah Al-Munawarrah

Kemewahan Payung Raksaksa di Madinah Al-Munawarrah

Sebenarnya Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW, setelah Masjid Quba yang di dirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi di bangun sejak saat-saat pertama Nabi Muhammad Saw tiba di Madinah, yang dulu nya adalah tempat unta tunggangan Nabi Muhammad Saw menghenti kan perjalanan nya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian di beli oleh Nabi Muhammad SAW untuk di bangun kan masjid dan tempat kediaman beliau.

Awalnya, masjid ini hanya berukuran sekitar 50 × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Nabi Muhammad Saw turut membangun nya dengan tangan nya sendiri, bersama-sama dengan para sahabat dan kaum muslimin. Tembok di ke empat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedang kan atap nya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopang nya dari batang kurma. Sebagian atap nya di biarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya saja, di adakan sedikit penerangan dengan membakar jerami. (baca juga : umroh lailatul qodar pahala berlipat-lipat)

Dan kini setelah mengalami sejarah panjang dan berkali-kali perluasan dan renovasi, Masjid Nabawi kokoh berdiri dengan elegan. Interior terlihat anggun dengan balutan warna emas di pilar-pilar berwarna putih. Lampu penerangan masjid sangat artistik di pasang dengan berjajar rapi di masing-masing sisi pilar. Di bagian bawah pilar, Al-Quran dengan desain sama itu di tempatkan. Karpet Masjid Nabawi di dominasi warna merah, cukup tebal dan empuk. Tidak ketinggalan Masjid Nabawi memanfaat kan sentuhan teknologi. Kubah di beberapa bagian dapat di buka dan di tutup secara otomatis sehingga cahaya matahari bisa masuk ke lantai masjid. Cahaya matahari membuat sirkulasi udara menjadi lebih baik di samping agar lantai berkarpet tidak menjadi lembab. Bagian bawah tanah masjid ini juga di lengkapi dengan area parkir yang cukup luas.

Tidak hanya di dalam masjid, halaman masjid-pun tidak luput sentuhan teknologi. Yang paling berkesan dari halaman ini adalah adanya payung-payung peneduh dengan desain sangat indah. Payung-payung ini di buka dan ditutup secara terjadwal dan otomatis sesuai fungsi nya sebagai peneduh. Gambar di samping adalah payung-payung yang sudah terbuka di pagi hari. Menjelang maghrib payung-payung ini akan menutup secara otomatis. Jika Anda memiliki kesempatan berada di masjid ini, boleh juga menanti saat-saat payung-payung ini di buka (setelah Subuh) atau saat menguncup jelang Maghrib. Bagi jamaah yang tidak mendapat kan tempat di dalam masjid, keberadaan payung-payung sangat membantu untuk menahan dari sengatan matahari di siang hari.

Keberadaan payung-payung dengan dominasi warna putih dan penyangga dengan desain artistik ini menjadikan Masjid Nabawi semakin cantik dan membuat para Jemaah yang berkunjung ke sini merasa nyaman.

Kemewahan Payung Raksaksa di Madinah Al-Munawarrah

Kemewahan Payung Raksaksa di Madinah Al-Munawarrah

Puluhan payung raksasa ini mulai di tempat kan di pelataran Masjid Nabawi pada Tahun 2010. Nama proyek nya adalah Medina Haram. Proyek ini melibatkan berbagai pihak termasuk Menteri Perekonomian Arab Saudi, arsitek SL-Rasch, pabrik payung di Jerman yakni Liebherr dan perusahaan Jepang, Taiyo Kogyo.

Selain kedua fakta tersebut, berikut ini adalah fakta menarik lain nya mengenai Masjid Nabawi :

  1. Sempat Terbakar
    Beberapa ratus tahun setelah didirikan, Masjid Nabawi sempat terbakar. Kobaran apinya menghancurkan atap, tiang masjid hingga dinding pembatas makam Nabi Muhammad SAW.
  2. Tempat Pertama Yang Dialiri Listrik Di Jazirah Arab
    Ketika Kerajaan Ottoman memperkenal kan listrik di Jazirah Arab, tempat pertama yang menikmati listrik merupakan Masjid Nabawi pada tahun 1909.
  3. Memiliki Tiga Mihrab
    Mihrab ini merupakan bagian dari masjid yang di pakai oleh imam untuk memimpin shalat. Biasa nya masjid hanya mempunyai 1 mihrab saja, tetapi berbeda dengan Nabawi yang memiliki tiga mihrab.
    Satu mihrab yang di gunakan oleh sang imam memimpin shalat berjamaah. Mihrab lain nya adalah Suleymaniye yang di bangun atas perintah Sultan Suleyman untuk imam Hanafi memimpin shalat. Sedang kan satu mihrab lagi untuk imam Maliki yang dulu nya yang sering di tempati Nabi Muhammad Saw untuk memimpin shalat.
  4. Payung Raksasa Dibuat Dengan Kerjasama Perusahaan Jerman Dan Jepang
    Di pelataran Masjid ada puluhan payung raksasa yang otomatis terbuka sebelum adzan subuh dan menutup menjelang maghrib. Payung-payung itu di tempat kan pada tahun 2010 sebagai proyek Medina Haram. Proyek tersebut melibatkan berbagai pihak salah satu nya adalah pihak perusahaan Jerman dan Jepang.
  5. Pita Yang Bisa Menurunkan Suhu
    Pada pinggir payung raksasa, terdapat pita biru yang mengelilingi. Pita tersebut terbuat dari material khusus, di mana pita bisa membuat suhu di bawahnya turun 8 derajat celcius secara otomatis jika suhu mencapai 45 derajat celcius. Maka tidak heran banyak jamaah yang senang berlindung di bawah payung-payung raksasa tersebut.
  6. Material KhususTiap payung di desain sangat modern namun menyatu apik dengan arsitektur Masjid Nabawi. Material nya di desain khusus untuk menangkal sinar matahari. Ini untuk menghindari para jamaah dari terik nya matahari Arab Saudi, yang tidak jarang mencapai 45 derajat Celcius.Proses membuka dan menutup nya puluhan payung ini memakan waktu sekitar 3 menit. Saat para Jemaah  menyambangi Nabawi beberapa waktu lalu, para jamaah tampak terpesona terutama saat payung menutup berlatar langit senja.
  1. Otomatis Terbuka dan Tertutup. Maka dari itu tidak tanggung-tanggung, tiap payung memiliki tinggi hampir 20 meter. Payung ini otomatis terbuka dini hari sebelum adzan subuh, dan tertutup saat senja menjelang adzan maghrib. Puluhan payung raksasa ini sangat membantu para jamaah yang kehabisan tempat di dalam Masjid Nabawi. Namun saat subuh dan maghrib, banyak jamaah yang lebih memilih melakukan ibadah shalat di pelataran sambil menikmati proses menutup nya payung raksasa.
  1. Suhu berkurang 8 derajat celcius. Bagian pinggir payung di kelilingi pita berwarna biru. Ini bukan pita biasa, namun terbuat dari material khusus yang membuat suhu di bawahnya otomatis turun 8 derajat Celcius. Tidak heran banyak jamaah yang duduk di bawah payung-payung ini, berlindung dari terik nya matahari Arab Saudi. Pelataran Masjid Nabawi selalu ramai terutama pada Jumat, yang merupakan hari libur di Arab Saudi.
Baca Juga  Keunggulan Wisata Raja Ampat Yang Wajib Anda Ketahui

Nabi Muhammad Saw juga pernah bersabda : “ketika menanggapi cerita Ummu Salamah dan Ummu Habibah tentang tradisi membangun masjid di atas kubuan Ethiopia (Habsyah), “Jika terdapat orang sholeh yang telah meninggal dunia, kemudian mereka membangun masjid di atas makam nya, sesungguh nya mereka itu seburuk-buruk nya Allah Swt pada hari kiamat.”(Hadist Riwayat. Bukhari).

Nabi Muhammad Saw juga meningkatkan para peziarah agar tidak keluar dari tujuan asal ziarah, yaitu merenung, mengambil pelajaran dan tidak berbuat Bid’ah. Beliau bersabda, “janganlah menjadikan rum,amh-rumah kalian sebagai makam dan janganlah menjadikan makamku sebagai tempat perayaan. Bershalawatlah kepadaku karena shalawatmu akan sampai kepadaku dimana pun kalian berada.” (HR. Abu Daud).

Saat musim panas, payung raksasa menjadikan halaman teduh dan memancarkan cahaya dengan energi baik. Ketika tertutup di waktu malam, mereka membiarkan residu panas diserap batu lantai dan tembok yang terbuat dari batu agar tidak memantul kembali ke atmosfir. Proses ini kembalikan pada saat musim dingin. Ketika temparatur relative rendah, payung tertutup di siang hari supaya matahari musim dingin dapat memanaskan tempat, dan membuka saat malam mempertahankan rasa panas pada level terendahnya.

Masjid Haram dilengkapi dengan AC (air conditioned). Temparatur di halaman sekitar yang rendah dapat menghemat konsumsi listrik untuk pendinginan udara di dalam. Sebenarnya ini yang menjadi tujuan pembangunan payung di atas, di samping menciptakan kenyamanan lebih bagi jemaah Haji dan Umrah.

Keberadaan payung-payung dengan dominasi warna outih dan penyangga dengan desain artistic ini menjadikan Masjid Nabawi ini semakin Cantik dan elegant.