Kabut Asap

Singapura Kesal Dengan Kabut Asap Dari Indonesia

Pembakaran hutan yang terjadi di kalimantan, bukan hanya membuat masalah di Indonesia, tetapi juga sering membuat kabut asap bermunculan di negara tetangga Singapura.

Pembakaran tersebut memang tidak memakan biaya, tetapi sangat tidak ramah lingkungan dan menyebabkan berbagai macam gejala kesehatan kepada orang yang menghirup kabut asap tersebut.

Dampak kabut asap untuk kesehatan adalah dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan dan menjangkit penyakit jantung kronis. Lalu lintas juga menjadi berbahaya karena sulit melihat jalan yang tertutup oleh asap.

Akibat kabut asap dari Indonesia, orang-orang Singapura harus membeli masker untuk bepergian. Bahkan karena bahayanya asap tersebut, beberapa kantor dan sekolah diliburkan.

Hal tersebut tentunya menyebabkan kerugian pada tetangga tersebut.

Bahkan beberapa surat kabar asal negara Singapura telah merangkum dan menuliskan kekesalan warganya atas tindakan kurang peduli lingkungan yang dilakukan oleh para pengusaha di Kalimantan.

Memang benar, dengan membakar hutan, mereka dapat menghemat biaya yang banyak, tetapi sangatlah berbahaya bagi hewan, manusia, dan lingkungan.

Baca Juga  Cara Mengobati Alzheimer Alami Tanpa Efek Samping Dan Tradisional¬†

Singapura Marah Akan Kabut Asap Yang Disebabkan Oleh Pembakaran Hutan di Indonesia

Kabut Asap

Setiap tahunnya, negara tetangga Singapura mengalami masalah serupa yaitu diterjang oleh kabut asap Indonesia.

Tingkat polusi udara di negara tersebut bisa mencapai 400 yang masuk ke dalam kategori berbahaya. Tingkat polusi yang normal berada di angka 50 jadinya angka tersebut 8x lipat dari batas normal.

Oleh karena itu, pemerintah singapura berusaha melawan kabut asap tersebut dengan menyediakan masker gratis bagi masyarakatnya. Pemerintah juga meliburkan sekolah dan kantor jika polusi dinilai terlalu bahaya.

Akibatnya, tentu saja ekonomi dari negara tersebut akan terganggu.

Memang tidak bisa menyalahkan negara Singapura, karena pengusaha-pengusaha INdonesia yang berbuat salah dengan membakar hutan, tetapi mereka yang menerima dampaknya.

Layanan antar makanan (delivery service) juga ditutup oleh banyak restoran karena berbahaya bagi para pengemudinya.